Take Me Back to My Hometown!

Hawa sejuk, ketenangan dan pemandangan indah yang tidak bisa di temukan di kota pusat seperti yang ku tinggali sekarang ini yang terus mengingatkanku pada kampung halamanku. Belum lagi tradisi panen yang biasa di lakukan di Ciwidey sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah melimpahkan berkatnya yang sangat langka dan tidak terdapat di Jakarta.

Ya kampungku di Ciwidey, salah satu kampung yang memiliki sejarah latar belakang yang cukup unik berdasarkan ambisi 3 orang yang ingin menyebarkan agama Islam. Keaslian dan keindahan kampungku tidak akan bisa di bandingan dengan kota sibuk yang kutinggali sekarang ini. Asli deh bakal nyaman, tenang banget kalo bisa balik ke kampung apalagi di sela kepenatan akibat pekerjaan dan lainnya.

Dibangunkan oleh suara burung dan ayam yang tidak kalah antusias menyambut setiap pagi dan diikuti oleh indahnya gundukan gunung yang terlihat begitu cantik dikelilingi awan bersih yang dapat terlihat jelas dari pekarangan rumah yang dapat mengukir senyum kenyamanan di wajah kita pada pagi hari dan juga pemandangan di waktu senja yang menyajikan terbenamnya mentari di dekat cantiknya gunung dan awan serta dapat juga menikmati langit yang indah di penuhi bintang – bintang dengan hawa kesejukan pada malam harinya.

Belum lagi makanan khas Ciwidey yang sangat enak untuk di santap dan unik seperti Kalua Jeruk dan Kerupuk Anclom yang membuat aku semakin merindukan kampung apalagi di saat – saat bosan dan jenuh akan situasi hidup di kota pusat ini yang membuatku seperti ingin berteriak “TAKE ME BACK TO MY HOMETOWN……..!”

Penasaran sama keindahan kampungku? Kalian bisa banget mengujungi kampungku dengan menggunakan transportasi seperti kereta  atau mobil atau bahkan angkot untuk mencapainya yang hanya berjarak 42.5 km dari Kota Bandung maka kalian akan menemukan keindahan sebuah kampung yang tidak terlalu jauh dari pusat kota namun masih asri.

Leave a Reply