Tato Tertua di Dunia ada di Indonesia

Photo Sikerey Mentawai

Apa yang kalian pikirkan kalo liat orang bertato???

Penjahat???

Penjahitt???

Penjarit???

Atau,,,

Dono???

Kasino???

Indro???

Eh, ini apasih kok ngga jelas.

Oke, biar makin jelas, kita mulai aja cintanya, eh ceritanya maksudnya

Kali ini aku mau berbagi cerita dan pengalamanku waktu berkunjung ke suku Mentawai yang ada di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.

Kalian tau ngga kalo Mentawai itu destinasi yang kaya akan alam dan budayanya.
Ngga cuman ombaknya aja yang uda dikenal luas sama peselancar, tapi juga sejarah dan warisan budanya yang ngga kalah keren untuk dikunjungi, salah satunya tato Mentawai yang uda dikenal luas ke mancanegara.

Jadi, masyarakat asli Mentawai itu jago banget dalam buat tattoo, bahkan, ada yang bilang kalo tattoo Mentawai itu salah satu tattoo tertua di dunia. Ngga percaya? Coba gugling deh

Photo Sikerey dan Rumah Adat Mentawai

-Tentang Tato Mentawai-

Di Mentawai, tattoo itu dikenal dengan istilah titi, dan untuk orang yang bisa buat tattoo dikenal dengan sipatiti atau sipaniti.

Jadi ingat ya, kalo tattoo di Mentawai itu namanya titi, trus yang buat tattoo itu sipatiti, hati-hati jangan salah sebut, ntar ngga bisa pulang lagi.

Oiya, untuk orang Mentawai, tattoo itu bukan cuman sekedar “seni”, tapi punya makna atau filosofis yang mendalam, kayak dalamnya cintaku samamu yang ngga bisa diselami.

Kalo kebanyakan orang buat tattoo karna seni, trus biar dibilang keren, sangar, dan lakik, maka hal itu berbeda sama orang Mentawai, selain sebagai seni, tattoo  itu di ibaratkan pakaian abadi yang akan dibawa mati, karna mereka percaya tattoo yang uda menyatu sama kulit itu punya jiwa dan raga yang sama dengan si empu tattoo. Jadi keberadaan tattoo itu punya makna yang penting untuk orang Mentawai, khususnya Sikerey, sebutan untuk dukun di Mentawai.

Dan ngga cuman itu aja, keberadaan tattoo juga punya makna lain, kayak nunjukin jati diri, perbedaan status sosial ataupun profesi.

Gimana. Keren kan???

Nah, itu dia cerita seputaran tattoo Mentawai. Seru kan???

“Bah, jadi cuman segitu aja ceritamu di??? Alamakkkk, tanggung kali”

Eitssss, tenang dulu anak kuda, aku ngga akan buat kalian kecewa.

Selain filosofis dari tato Mentawai yang uda mendunia bahkan uda melangit, aku bakal ceritain pengalamanku yang paling mengesankan, dimana aku bisa liat secara langsung pembuatan tattoo khas Mentawai.

Ini berbeda!

Kalo biasanya kalian buat tattoo di studio harus cek kesehatan, disini itu ngga perlu, kalian cukup cek hati aja, hatinya uda jadi milikmu atau belum. Ingat, itu penting!

Bukan cuman itu, proses pembuatan tato Mentawai juga sarat akan adat istiadat.

Kalo kalian buat tattoo di dalam Uma (rumah adat), harus ada upacara adat dari Sikerey (dukun Mentawai) dan ada pemotongan anak babi sama ayam juga.

“Bah, kok ribet ya, padahal cuman buat tattoo“.

Eitssss, sabar dong, kan tadi aku uda bilang kalo bagi masyarakat Mentawai, tattoo itu bukan sekedar hiasan tubuh, tapi tattoo punya filosofis yang mendalam, jadi ngga bisa sekedar buat-buat aja, harus ikuti ritual dan upacaranya.

Nah, untuk kalian para pecinta tattoo, kalian bisa cobain nih buat tattoo Mentawai, sensasinya beda lah!

-Alat dan perlengkapan pembuatan tato Mentawai-

Kalo kalian biasanya buat tattoo di studio tattoo pake peralatan yang banyak ragamnya, kali ini kalian bakal buat tattoo di Uma (rumah adat Mentawai) cuman pake duri/jarum, pemukul serta kain lap/tisu dan untuk tintanya, mereka cuman pake serbuk dari obor yang uda dikeruk dan dikasi air tebu. Iya, cuman itu aja.

Kenapa?? Heran???

Sabar, itu belum seberapa, kalo kalian liat pembuatannya, alamak, ngeliatnya aja uda sakit kali, lebih sakit la pokoknya kalo dibandingkan sama ngeliat drama series persidangan Jessica-Mirna yang ngga ada habis-habisnya. Sumpah! Abang lelah, dekkk!

Ini nih alat tatonya. Gokil kan!

 

Nah, karena bahan tintanya yang dari serbuk obor itu, warna tintanya pun warna hitam aja, meskipun nanti kalo uda kering warnanya berubah jadi agak kehijauan.

Nah, kalo untuk motifnya, masyarakat Mentawai juga punya motif yang khas, kayak senyumanmu, iya kamu.  Ih, kok senyum terus sih, kan aku makin suka.
Oke, jadi, untuk motif tatonya, mereka mengambil dari keseharian dan lingkungan sekitarnya, kayak gambar matahari, batu, hewan, tumbuhan, tempat sagu, mata kail sampek duri rotan. Pecinta alam banget kan!
Kalo ada duta alam dan lingkungan mereka pasti menang, selain tinggalnya di alam, badannya juga penuh dengan simbol alam. Alamak, ngga usah diragukan lagi lah kecintaanya sama alam. Eh, ini kok jadi ngga jelas lagi yak.

Oke…oke
Kita lanjut lagi, kalo kalian pengen tau gimana buat tintanya, biar aku kasi tau. Tapi bayar ya, ngga mahal kok, cukup bayar dengan cinta tulus dari hatimu yang terdalam. Bahh, sumpah ini lebay kali!

-Cara membuat tinta tato khas Mentawai-

Jadi, untuk buat tintanya itu, kalian harus siapin batok kelapa yang uda dibelah dua. Abis itu kalian diamkan bagian dalam batok kelapa itu diatas obor, biarkan asapnya menumpuk ke bagian dalam batok kelapa itu sampek bagian dalam batok kelapanya itu berubah jadi hitam. Diamkan semalam, tunggu sampek kering. Kalo uda kering, kalian tinggal kerok aja bagian dalam batok itu sampek serbuknya jatuh. Abis itu, kalian tinggal campurin sama air tebu, diaduk-aduk, jadi deh tinta tattoonya.

Cemana, mau nyoba????

Silahkan, jual aja sekalian, lumayan kan, buat modal nikah. Eh, lupa, kau kan jomblo ya, eh!

Saran nih, kalo kalian pengen buat tattoo Mentawai, kalian harus siapin mental dan fisik yang kuat, karna pas buat tatonya ngga ada obat bius ataupun penahan rasa sakit. Satu-satu penahan rasa sakit itu cuman dirimu aja, iya kamu yang lagi baca (khusus wanita single :p)

Alamakkkk, datar kali mukak bapak ini

-Cara pembuatan tato Mentawai-

Oiya, cara membuat tatonya juga beda sama pembuatan tato di studio.

Kalo di studio itu “melukis” dengan mesin, disini mereka membentuk tatonya itu dengan cara memukul-mukulkan jarum atau duri ke bagian yang mau di tato sampek polanya keliatan, dan ini bisa dilakukan berulang-berulang, tergantung ketebalan tinta yang ingin diperoleh. Dan kata aman rito yang uda pernah buat tato di studio, pembuatan tato Mentawai ini lebih lama dan rasanya lebih perih karna cara pembuatannya masih tradisional, yaitu dengan cara memukulkan jarum/duri ke permukaan kulit yang akan ditato.
Tapi, hasil dari tato Mentawai ngga kalah kok dengan tato studio.
Gimana, kalian mau nyobain ngga?

Cobain lah, buat tato yang bacaannya, “AKU SAYANG MAMAK”, pasti mamak kalian terharu, dan uang jajan kelen pasti dinaikin. Lumayan kan buat modal traktir si doi.

Gini cara masyarakat Mentawai buat tato. Cemana, beda kan???

Untuk orang yang ditato, biasanya kalo uda selesai di tato, bagian kulit yang di tato itu bakal gatel-gatel, bahkan gatelnya bisa satu minggu atau lebih. Kalo kalian ngga tahan, kulitnya bisa iritasi dan hancur.
Gimana, seram???
Ngga kok, itu cuman keliatannya aja.

Om bagi cerutunya, om!
Semua di tato, sampek telapak dan jari-jarinya juga di tato. Gokil!

 

Untuk kalian yang pengen liburan ke Mentawai, selain berselancar, kelen bisa cobain wisata budayanya Mentawai, mulai dari menikmati kehidupan masyarakatnya sampai melihat langsung pembuatan tatonya yang uda jadi legenda. Pokoknya worth it lah!

Nih aku kasi infonya untuk berkunjung ke Mentawai.

How to get there:

Karna kota terdekat dari Kepulauan Mentawai adalah Padang, jadi kalian harus tiba di Padang terlebih dahulu.
Abis itu kalian bisa menyebrang lewat Pelabuhan Bungus atau Pelabuhan Muaro.

Nih aku kasi jadwal Pelayaran Kapal Fery dari Padang menuju Kepulauan Mentawai:

  1. Kapal Motor (KM) Ambu-Ambu
    Kapal ini berangkat dari pelabuhan Bungus yang berjarak lebih kurang setengah jam perjalanan dari Pasar Raya Padang. Untuk menuju pelabuhan ini, kalian bisa naik angkutan umum ataupun sewa ojek dari Pasar Raya Padang.
    Harga tiket kapal KM Ambu pun bervariasi, untuk kelas ekonomi harga tiketnya Rp. 75.000, kalo mau sewa matras, nambah lagi Rp. 50.000. Untuk kelas angkutan kapal yang menyediakan kasur harga tiketnya Rp 105.000. Kalo kalian pengen merasakan nikmatnya berlayar dengan KM Ambu-Ambu kalian bisa pilih kelas exclusive dengan tarif Rp 400.000Jadwal pelayaran KM Ambu-Ambu
    Padang – Sipora (Tua Pejat) setiap hari Minggu jam 20.00 WIB
    Padang – Sikakap setiap hari Selasa jam 20.00 WIB
    Padang – Siberut setiap hari Kami jam 20.00 WIB
  2. Kapal Motor (KM) Sumber Rezeki
    Kapal ini berangkat dari Muaro, tidak jauh dari Jembatan Siti Nurbaya – Padang. Kalo kalian mau berangkat pake kapal Sumber Rezeki, setelah nyampek di dekat jembatan Siti Nurbaya, kalian bisa tanya ke masyarakat lokal dimana persisnya letak pelabuhannya. Kapal sumber rezeki melayani pelayaran dari Padang menuju Sipora setiap hari Jum’at jam 20.00 WIB.
    Harga tiket untuk pelayaran menggunakan kapal Sumber Rezeki Rp 125.000 dan udah termasuk kamar. Sedangkan kelas ekonomi tarif tiket yang ditawarkan seharga Rp 105.000 tanpa ruangan dan tanpa matras.

Kalo kalian orang yang awam yang ngga ngerti sama sekali tentang Mentawai dan pengen merasakan langsung kehidupan masyarakat adat Mentawai, disarankan ikut paket tur yang banyak ditawarkan disekitar pelabuhan. Hal ini mengingat akses dan medan kesana cukup sulit. Untuk harga yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari 2 juta +++ untuk 3 hari 2 malam. Mahal??? Ngga juga kok, itu bakal sebanding dengan pengalaman yang akan diperoleh.

What to do:

Banyak aktivitas yang bakal  dilakukan di kampung adat, seperti melihat secara langsung pembuatan tato tertua di dunia, membuat racun panah yang mematikan, membuat kabid (celana tradisional dari pohon baico), membuat sagu, berburu ikan di sungai hingga berburu babi hutan dan monyet.
Pengalaman sekali seumur hidup yang patut dicoba!

Tips:

  1. Bawalah sweater/baju hangat ataupun selimut/sleeping bag biar ngga kedinginan, kecuali kau jomblo yang uda biasa sendiri, uda kebal mah yang begituan
  2. Bawa autan atau sejenisnya untuk melindungi diri dari sengatan mantan, eh nyamuk maksudnya
  3. Bawa peralatan mandi sendiri karna di kampung adat ngga ada warung apalagi indomaret, kecuali kalian ngga mandi berhari-berhari, kalian bisa abaikan yang satu ini
  4. Bawa jas hujan dan sepatu/sendal trekking karna jalur yang dilalui itu cukup sulit apalagi di musim hujan yang penuh kenangan. Serius, itu sulit banget
  5. Bawa senter sendiri. Ini penting kalo kalian buang air besar di malam hari
  6. Bawa powerbank karna disana ngga ada aliran listrik, adanya cuman aliran masa lalu
  7. Bawa cemilan atau snack untuk teman perjalanan (opsional)
  8. Bawa obat-obatan pribadi. Ini ngga kalah penting!
    Ingat disana ngga ada rumah sakit, bahkan puskesmas aja waktu tempuhnya bisa berjam-jam
  9. Uang secukupnya.

Gimana, uda tertarik ke Mentawai belum?
Coba lihat videoku ini waktu kemarin berkunjung ke Mentawai, kali aja cocok, ya kan!

Save

Hi! Mejuah-juah! I'm a person who love to travel and meet new people. I hope we can meet someday.

Leave a Reply