The Most Mainstream Place in Indonesia: BALI!

Hallo! Perkenalkan saya Amel Hataul, seorang Nona Ambon yang sedang melanjutkan pendidikan di Kota Pelajar, yakni Yogyakarta. Saya akan menceritakan pengalaman liburan saya di Indonesia tepatnya di Bali.

Bali? Mungkin kata ini sudah tidak asing lagi di telinga siapapun. Sebuah pulau di Indonesia yang kaya akan wisata alam maupun budayanya ini tentu sudah terkenal hingga ke mancanegara. Hal ini membuat saya tertarik untuk mengunjunginya. So, here we go.


Sebelum memasuki semester 3, saya dan 7 orang teman saya pun merencanakan trip ini, ya ala-ala backpacker gitu, jadi kami melalui Banyuwangi, hehe. Dari jauh-jauh hari kami telah booking tiket kereta api. Eh sebentar, kok kereta api?! Ya, karena kami melalui Banyuwangi dan tidak lupa kami juga telah booking penginapan di Bali.

DAY 1! Tiba saatnya, kami berangkat dari Yogyakarta (St. Lempuyangan) ke Banyuwangi (St. Banyuwangi Baru) pada Selasa, 2 Agustus 2016 pukul 7.15 WIB menggunakan KA. Sri Tanjung dengan harga tiket Rp. 90.000 untuk kelas ekonomi karena tidak ada kelas lain. Selama 14 jam perjalanan, akhirnya kami tiba di Banyuwangi pada pukul 21.15 WIB dan langsung berjalan menuju Pelabuhan Ketapang mengingat sangat dekat hanya sekitar 10 menit. Sesampainya di sana, kami pun segera membeli tiket penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk, harga tiket untuk orang dewasa adalah Rp. 7.000 dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Penyeberangan Pelabuhan Ketapang - Pelabuhan Gilimanuk
Penyeberangan Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk

Pukul 22.15 kami pun tiba di Pelabuhan Gilimanuk dan langsung ke terminal untuk mencari bus ke Terminal Ubung, Denpasar. FYI, di depan pintu masuk ke terminal terdapat banyak calo jadi pandai-pandai ya guys, hehe. Setelah melewati proses negosiasi yang cukup lama, kami pun akhirnya mendapatkan bus ke Terminal Ubung seharga Rp. 50.000/orang dan kami harus menunggu sampai busnya benar-benar penuh baru bisa jalan, agak lama untuk yang satu ini akhirnya kami pun memutuskan untuk istirahat sebentar. Kami berangkat sekitar pukul 01.45 WITA (Rabu, 3 Agustus 2016) dan sampai di Terminal Ubung pada pukul 04.00 WITA dan langsung dijemput oleh teman kami yang sudah duluan sampai di Denpasar.

DAY 2! Karena permintaan perut, kami pun memutuskan untuk mencari makan dan akhirnya berhenti di restoran fast food terdekat, tidak ada pilihan lain. Setelah kondisi perut aman, kami langsung melakukan perjalanan lagi menuju Pantai Sanur untuk menikmati sunrise pertama kami di Pulau Dewata. Well, kami menghabiskan sekitar 1 jam 30 menit disini hingga matahari benar-benar muncul, hehehe. Satu hal yang membuat saya kagum, pakaian para pegawai disini menyerupai pakaian adat mereka, that’s why Bali sangat terkenal dengan adatnya.

Sunrise di Pantai Sanur
A very warm sunrise at Sanur
Processed with VSCO with a9 preset
The team while waiting for sunrise

Berhubung kami baru bisa check-in di Hostel pukul 14.00 WITA, jadi kami memutuskan untuk keliling-keliling Denpasar dan ke Pantai Pandawa, tentu saja kami sarapan terlebih dahulu (fast food lagi, sedih). Oia, selama di Bali kami menggunakan mobil rental seharga Rp. 250.000/hari (tanpa supir). Selama kurang lebih 2 jam di Pantai Pandawa, kami pun memutuskan untuk ke daerah Pantai Kuta untuk mencari makan siang (makan mulu, ehe, karena emang udah jam makan siang lho), setelah perdebatan yang cukup lama kami akhirnya makan siang di Ayam Penyet Surabaya, makanannya cukup murah, kami menghabiskan 25.000/orang.

Karena waktu yang sudah menunjukan pukul 13.30 WITA, kami pun menuju penginapan kami yakni Kayun Hostel di daerah Legian, fyi per malamnya Rp. 125.000 dan kamarnya seperti dorm, terdapat 2 type kamar yakni dorm putri dan dorm campuran, kami menggunakan kedua type kamar ini karena terdapat 4 putri dan 4 putra. Di Kayun Hostel fasilitasnya cukup lengkap seperti cafe, mini theater juga swimming pool, selain itu letaknya juga strategis. Setelah check-in, kami pun beristirahat (serta bersih-bersih tentunya) selama kurang lebih 2 jam dan langsung jalan-jalan lagi, hehehe.

Keluar hostel, kami langsung jalan-jalan ala tourist di Legian. Agar tidak membuang waktu, kami pun langsung menuju ke salah satu tempat yang ada di list, yakni Potato Head Beach Club untuk menikmati sunset. Setelah sampai disana, ternyata sunsetnya tidak begitu kelihatan (huhu, sedih) jadinya kami langsung keluar dan keliling-keliling Denpasar. Lagi-lagi karena permintaan perut, kami pun makan (fast food lagi, hehe, karena susah banget nyari makanan yang cocok di perut dan tentunya halal, atau mungkin kami aja yang minim informasi soal makanan halal) dan menghabiskan malam di sepanjang Kuta. Setelah capek seharian jalan-jalan dan belum istirahat dengan cukup, akhirnya kami memutuskan untuk balik ke hostel.

- Potato Head Beach Club -
Potato Head Beach Club
The team!
The team! (ps: sorry for the blury photo)

DAY 3 (Kamis, 4 Agustus 2016) YAY! Setelah bersih-bersih dan bersiap-bersih, kami pun check-out hostel dan menuju Ubud. Perjalanan kami dari Legian ke Ubud memakan waktu kurang lebih 1 jam 40 menit, 2 jam lah ya kalau ada mampir-mampirnya. Di Ubud kami nginap di Ojek Homestay, tarifnya cukup murah yakni Rp. 120.000/malam untuk jenis kamar twin bed, jadi per orang cukup membayar Rp. 60.000 dan dengan harga yang cukup murah para tamu sudah pasti mendapatkan sarapan. Ojek Home stay ini letaknya di dalam gang gitu yang agak sempit dan tidak bisa untuk parkir mobil, jadi apabila kalian membawa mobil harus parkir on street di jalan utama (yang susahnya minta ampun) dan berjalan sedikit menuju penginapannya.

Kami tiba di Ubud pagi, sekitar pukul 13.00 WITA. Kami tidak istirahat cukup lama karena langsung bersiap-siap untuk ke Ubud Monkey Forest, harga tiket masuk untuk orang dewasa adalah Rp. 40.000 dan anak kecil Rp. 30.000. Disini kami menghabiskan sekitar 1 jam 30 menit untuk berkeliling, memberi makan para monyet, dan tidak lupa untuk mengabadikan momen, hehe.

enaenabali_170105_0296
Ubud Monkey Forest

enaenabali_170105_0404

Karena capek, kami memutuskan untuk kembali ke home stay tetapi kami makan terlebih dahulu, kali ini tidak makan fastfood, YAY! kami makan penyetan di dekat home stay seharga Rp.15.000/porsi. Setelah mengisi perut, kami langsung berjalan menuju home stay untuk beristirahat. Malam pun tiba, kami berencana untuk nonton pertunjukkan tarian di Pura namun ternyata malam itu pertunjukannya dibatalkan, huhu, jadinya kami hanya menikmati malam disekitar home stay. Oia, di Ubud terdapat banyak toko-toko yang menjual barang-barang lucu dan juga terdapat cafe-cafe, namun hanya buka hingga pukul 22.00 WITA dan paling larut pukul 23.00 WITA karena adat di Ubud terkenal sangat kuat.


DAY 4! Jum’at, 5 Agustus 2016 merupakan hari terakhir kami di Bali. Kami check-out home stay sekitar pukul 10.00 WITA dan menuju Pura Besakih, yang mana merupakan mother of temple. Untuk masuk ke kawasan Pura Besakih kami harus merogoh kocek sebesar Rp. 15.000/orang (dewasa). Disini para wisatawan dapat keliling Pura sendiri atau dengan menggunakan jasa pemandu yang dapat dibayar seikhlasnya. Namun, kami memutuskan untuk keliling sendiri. Sebelum mencapai Pura, kami harus berjalan dari tempat parkir sekitar 2 km dengan jalanan mananjak, dapat dibayangkan betapa capeknya kami, huhu. Disini terdapat kejadian yang cukup mengagetkan, saat perjalanan dan sudah mendekati Pura, kami didatangi segerombolan ibu-ibu yang membawa sesajen dan bunga yang langsung diberikan ke kami, dengan senang hati kami pun mengambilnya karena kami pikir gratis, eh ternyata bayar. Tanpa berpikir panjang kami pun mengembalikannya dan langsung berjalan pergi dan ternyata kami dikejar dan dipaksa membayar untuk harga bunganya. Luar biasa, kami pun langsung memberikan uang seikhlasnya dan bergegas pergi menuju Pura.

Perjalanan menuju pura
On the way the temple by walking
The team (again)
The team (again)
View from the temple
View from the temple

Karena kami sudah kelaparan dan kepanasan, kami pun memutuskan untuk berjalan turun ke mobil dan kembali ke Denpasar untuk membeli ole-ole tepatnya di Toko Ole-Ole Krisna. Berhubung kami tidak ada destinasi lagi, kami akhirnya berjalan-berjalan di sepanjang Kuta hingga petang dan bergegas untuk mengembalikan mobil ke Bandara Ngurah Rai. Dari Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 21.00 WITA kami pun langsung ke Terminal Ubung menggunakan salah satu taksi online. Sesampainya di Terminal Ubung kami makan malam sebelum melakukan perjalanan balik ke Yogyakarta melalui penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk – Ketapang.

Sesampainya di Banyuwangi jam 03.00 WIB dan berhubung kereta kami jam 06.30 WIB maka kamis beristirahat sejenak sambil menunggu kereta. Melalui perjalanan 14 jam (lagi), akhirnya kami tiba di Yogyakarta sekitar pukul 19.30 WIB.


YAY! Sekian cerita Holiday in Indonesia versi saya. Mungkin tulisan ini jauh dari kata sempurna, hehe.

Hidup terlalu singkat untuk tetap tinggal di rumah.
Selamat menikmati Indonesia, teman-teman!

Dengan penuh rasa bangga sebagai warga Indonesia,

Amel Hataul.

Leave a Reply