Tiga Hal yang Harus Kamu Lakukan di Tanjung Pandan Belitung, selain ke Pantai.

Post

Peringatan!

Tulisan ini mengandung isi yang membuat efek samping kamu ingin ke tanjung pandan dan mengeksplor lebih banyak tujuan wisata unik di Indonesia melalui web kitaina.id :)

Berbekal traveloka, kami sekeluarga memutuskan untuk travelling ke Tanjung Pandan, Belitung. Tiket Palembang – Tanjung Pandan langsung menggunakan Pesawat Garuda kami peroleh seharga Rp. 650.000,- per orang sekali jalan. Jika berangkat dari Jakarta, harga tiket relatif lebih murah dengan harga rata-rata Rp.346.500 menggunakan maskapai CitiLink per orang sekali jalan. Hotel Maxone  yang kami booking seharga Rp.300.000 per malam dari traveloka pun relatif lebih murah daripada booking langsung di lokasi, Hotel Maxone terletak di pusat kota Tanjung Pandan dan relatif nyaman karena baru diresmikan.

Mobil hotel menjadi pilihan kami untuk berwisata, dengan harga Rp.500.000,- per hari sudah termasuk bahan bakar mobil dan sopir, kami sudah bisa menikmati keindahan tanjung pandan. Waktu travelling kami tidak banyak, hanya mengandalkan cuti satu hari di hari jumat di lanjut dengan hari libur sabtu dan minggu. Tanjung Pandan merupakan ibukota Kabupaten Belitung, berkeliling di kota ini cukup menghabiskan waktu satu hari saja.

Saya tidak akan menulis pengalaman saya mengeksplor indahnya pantai Tanjung Tinggi, Pantai Lengkuas dan Pantai Tanjung Kelayang di Belitung. Referensi pengalaman berwisata pantai Belitung di internet tentu saja lebih banyak dan bervariatif. Yang ingin saya sharing adalah hal-hal yang harus kamu lakukan di Tanjung Pandan selain ke pantai seperti yang sudah saya lakukan berikut:

Kuliner Lobster

Tentu saja kuliner menjadi salah satu tujuan utama bila bepergian, setiap wilayah di Indonesia menyimpan resep masakan rahasia dengan bahan pokok khasnya. Menikmati Lobster, adalah target kami berwisata kuliner di Tanjung Pandan yang identik dengan makanan lautnya. Lobster adalah jenis udang yang ukurannya lebih besar daripada udang yang sering ditemui di rumah makan pada umumnya. Sayangnya, menemukan lobster di Tanjung Pandan tidak semudah yang kami bayangkan, setelah bertanya kesana kemari akhirnya Lobster bisa kami nikmati di Restoran Dynasti, Jalan Susilo No 39 Tanjung Pandan.

Menikmati Lobster di Tanjung Pandan
Menikmati Lobster di Tanjung Pandan (Foto: doc pribadi)

Untuk ukuran lobster 500 gram siap makan, kami hanya perlu membayar Rp. 300.000,- saja. Sangat murah bila dibandingkan dengan harga lobster di Palembang yang harganya bisa mencapai Rp.600.000 per 500 gram. Setelah di foto dan di unggah di Path, hanya butuh waktu 5 menit saja untuk menikmati lobster garlic steam ini hingga tidak bersisa :)

Belanja Perhiasan Batu Satam

Sempatkan untuk menabung sebelum berangkat ke Tanjung Pandan untuk membeli perhiasan batu satam. Batu satam adalah batu khas di Pulau Belitung yang berwarna hitam dan memiliki urat yang khas. Konon katanya batu satam ini merupakan pecahan batu meteor yang bertabrakan dengan lapisan bumi yang mengandung timah tinggi. Berhati-hatilah memilih satam, karena di Tanjung Pandan banyak penjual yang menjual batu satam palsu.

Tips memilih batu satam yang saya peroleh dari orang setempat adalah:

  1. Pilihlah satam yang mempunyai guratan, jangan memilih satam dengan permukaan licin yang sudah di asah seperti batu akik lainnya. Batu satam dengan permukaan licin nilai jualnya akan lebih rendah. Semakin banyak guratan, semakin terjamin keasliannya.
  2. Ukuran satam asli biasanya kurang dari 15 cm, jika lebih dari 15 cm kemungkinan satam tersebut tidak asli.
  3. Semakin pekat kehitaman satam, kualitas satam akan semakin baik. Biasanya, orang belitung asli menjaga kepekatan dengan menyimpan satam di dalam wadah berisi air.
cincin satam Belitung
cincin satam Belitung (Foto: doc pribadi)

Cincin satam saya ini dibeli di Toko Mas Mulia, Jalan Sriwijaya Tanjung Pandan Belitung , telp 0719-21466. Untuk cincin satam seberat 3,65 gram dengan kadar emas 75%, saya menebusnya dengan harga Rp.2.600.000,-. Membeli satam sekaligus perhiasannya sangat direkomendasikan mengingat tidak semua pengrajin emas bisa mengikat batu satam dengan rapi, jikapun ada yang bersedia harga nya akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan membeli langsung di Tanjung Pandan. Jika anda pria, membawa oleh-oleh perhiasan satam dari Belitung untuk pacar atau istri, saya jamin akan menerbitkan senyum dua senti ke kanan dan dua senti ke kiri diwajah mereka. Wajib di coba.

harga cincin satam
harga cincin satam (foto: doc pribadi)

Berfoto di Danau Kaolin

Lokasi ini bukan pantai, bukan pula sungai. Lokasi ini dinamakan warga setempat dengan nama danau kaolin. Danau kaolin merupakan danau buatan yang merupakan hasil dari pengerukan kaolin. Airnya yang benar-benar berwarna biru sangat cantik berpadu dengan putihnya tanah yang bercampur dengan kaolin. Saingannya kawah putih Ciwidey Bandung katanya.

Birunya danau kaolin
Birunya danau kaolin (foto: doc pribadi)

Danau Kaolin ini berlokasi di Desa Air Raya Tanjung Pandan, hanya sepuluh menit sebelum bandara.  Belum banyak wisatawan yang mengetahui indahnya danau kaolin ini, berfoto dan masuk ke lokasipun tidak dipungut biaya. Selagi gratis, sempatkan kemari sebelum di komersilkan ya..

Sekarang, keinginan travelling kembali muncul, beruntung saya sudah kenal dengan web kitaina.id beragam tempat wisata unik bisa saya jadikan rekomendasi untuk berwisata dengan keluarga ataupun teman sekantor. Dari web kitaina.id sepertinya saya sudah memutuskan untuk lanjut menabung supaya bisa travelling ke Gunung Singgalang Sumatera Barat.

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.