Warna-warni Trip Menuju Belitung

Warna-warni Trip Menuju Belitung – Masih sempat tidak menyangka, bisa pergi ke Belitung sendirian, dan bertemu teman-teman yang baru. Kepergian menuju Belitung, tepat pada gerhana matahari yang melintasi Indonesia kala itu. Iya, tepat pada 9 Maret 2016. Memang keberangkatan kali itu adalah sebuah kejutan dan keberuntungan bagi saya, yang paling mengeejutkan bisa melihat gerhana matahari yang datang ratusan tahun sekali, umur manusia tidak ada yang menyangka. Ya, perjalanan kali itu memang benar-benar sendirian dari kota asal Surabaya. Tak apa sendirian, dan bertemu teman-teman yang baru, yang penting bisa menjadikan perjalanan ini sebagai cerita untuk hidup saya, dan anak cucu nanti. *ciyeee*

Trip Menuju Belitung, Di awal saya berpikir, bagaimanai transportasi menuju Belitung? Sulitkah? Dan, ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Untuk menuju ke sana saya bisa menggunakan pesawat. Waktu lalu saya menuju Belitung menggunakan maskapai Sriwijaya Air untuk tujuan Tanjung Pandan, dan mendarat dengan cantik di Bandar Udara Hanandjoeddin.

02
mendarat cantik

Kali Pertama Mendarat di Belitung, Setelah mendarat di Bandar Udara Hanandjoeddin, kemudian saya beranjak menuju destinasi pertama. Kala itu saya menjejakkan kaki di Pantai Tanjung Tinggi. Sepanjang perjalanan ke Tanjung Tinggi daerahnya masih sepi dan banyak dikelilingi pohon kelapa, tanda pantai semakin dekat. Konon, pantai ini diapit oleh kedua semenanjung, yaitu; Tanjung Kelayang dan Tanjung Pendam. Jaraknya berkisar 31 KM dari Kota Tanjung Pandan. Saya terpukau sekali dengan kecantikan pantai ini, mulai dari airnya yang jernih dan berwarna tosca, pasirnya putih, bebatuan granit yang besar cocok sekali untuk berfoto.

m1
back genic di Tanjung Tinggi

Keunikan pantai ini pernah dijadikan tempat lokasi syuting film yang booming dulu kala hingga saat ini masih dikenang, “Laskar Pelangi”. Tak heran, jika semenjak film tersebut laris, wisatawan pun semakin memuncak untuk berdatangan ke tempat ini. Keberuntungan saya ketika itu, bisa bertemu langsung dengan si penulis Laskar Pelangi, iya Andrea Hirata. *yippiii* Setelah meninggalkan kaki dari Pantai Tanjung Tinggi, saya menuju penginapan. Tenang, bagi kalian yang ingin menuju Belitung, untuk akomodasi tidak terlalu sulit. Meskipun Belitung terkenal, sepi, tenang, namun penginapan untuk wisatawan pun kota ini tetap menyediakan.

011

Sempat Menyaksikan Gerhana Matahari 2016, Ternyata, pengalaman pertama ini sangat berkesan! Selain bisa bertemu dengan Andrea Hirata si penulis Buku Laskar Pelangi, saya juga bisa menyaksikan gerhana matahari.  Di pagi buta, pada pukul dua pagi saya menuju pelabuhan untuk menaiki kapal BAKAMLA, demi berburu Gerhana Matahari kala itu. Bersyukur sekali bisa menyaksikan GMT 2016 di tengah laut. Mulai dari proses terbitnya GMT sampai tenggelamnya GMT kala itu, saya bisa menyaksikannya. Banyak orang mengucap syukur, takbir, menangis, bahagia. Indonesia!!! Keren!!

1
perjalanan menuju Pulau Lengkuas
primadonanya Belitung
primadonanya Belitung

Saatnya Warna-warni di Pulau Lengkuas, Kata orang, tidak sah jika pergi ke Belitung dan belum berkunjung ke Pulau Lengkuas. Setelah kepergian saya menuju Tanjung Tinggi, esok hari saya meneruskan perjalanan menuju Pulau Lengkuas. Perjalanan ke Pulau Lengkuas tergolong lama, namun apa arti lama jika nanti kita dipuaskan dengan pesona Indonesia yang mengagumkan. Untuk menuju ke tempat ini, kalian bisa menggunakan jalur darat terlebih dahulu, kemudian menggunakan kapal.  Setelah mendarat di Pulau Lengkuas, lagi-lagi saya disuguhkan dengan bebatuan granit di bibir pantai dan Menara mercusuar, konon Menara ini dibangun pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 80-an. Wajar jika banyak yang bilang pulau ini adalah primadonya Belitung.

Sempat sedih, ketika ke sini tidak merasakan snorkeling dan melihat biota laut, karena badan yang kurang fit karena guncangan ombak. Tak apa, mungkin esok atau kapan saya bisa berkunjung ke sini lagi dan merasakan dalam lautnya.

ay2
cantiknya Kaolin

Menyaksikan Birunya Danau Kaolin, Setelah merasakan dan menghirup angin laut, Belitung juga mempunya pesona danau yang sangat indah. Ya, Danau Kaolin yang berada di Kota Tanjung Pandan. Danau tersebut adalah bekas penambangan kapur yang membuahkan fenomenal alam. Dulu, saya sempat melihat tempat ini hanya di linimasa saja, namun pada akhirnya saya menginjakkan kaki di sini. Jika melihat di sosial media, tempat ini terkesan dengan hasil edit foto atau kamera, namun faktanya salah. Danau Kaolin benar-benar indah dan memesona, dengan airnya yang berwarna biru tosca apalagi dengan perpaduan langit yang cerah. Maka dari itu, jika kalian ke Belitung jangan lupa berkunjung ke Danau Kaolin.

Tabik, semoga bermanfaat ^ ^

Blogger #TimGolonganDarahAB kalau gak jalan-jalan, ya makan-makan

Leave a Reply