Watu Bantal, Sisi Lain Gunung Api Purba Nglanggeran

Watu bantal adalah sebuah tempat/ salah satu puncak Gunung Api Purba Ngelanggeran yang terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta, lokasinya berada diujung timur dari Gunung Api Purba Ngelanggeran, berlawanan dengan puncak Nglanggeran yang selama ini dikenal wisatawan. Akses menuju lokasinya pun berbeda dengan puncak gunung api Nglanggeran yang ramai dikunjungi wisatawan, jika puncak Nglanggeran yang biasanya harus trekking sekitar 45-60 menit melewati beberapa pos untuk mencapai puncak. Watu Bantal bisa dicapai dengan kendaraan roda dua. Ya, motor bisa sampai puncak, saya sendiri kaget karena ternyata bisa mencapai puncak Gunung Api Purba Ngelanggeran sisi timur dengan kendaraan roda 2.

dsc_0035
Menanti sunrise di puncak Watu Bantal

Tidak hanya puncak Watu bantal yang ada disisi timur dari gunung Api Purba Nglanggeran ini, masih banyak puncak lain yang ditawarkan dari Gunung Api Purba Nglanggeran sisi timur, tiap-tiap puncak sudah memiliki nama, salah satunya puncak Wayang, yang letaknya tidak jauh dari Watu bantal dan masih satu rute. Panorama yang ditampilkan tiap-tiap puncak pun berbeda, begitu juga dengan karateristik lokasinya, sehingga kita tidak akan bosan jika mengunjungi setiap puncaknya. Jika Watu Bantal memberikan suguhan sunrise tepat didepan mata, maka puncak Wayang menyuguhkan kegagahan Gunung Merapi tepat didepan mata, dimana semua lokasi itu dibalut dengan keindahan bebatuan purba khas Gunung Api Purba.

Untuk mencapai puncak Watu Bantal kita bisa menggunakan kendaraan roda 2 melewati balik bukit, 20 menit pertama melewati tanjakan panjang berupa cor-coran semen yang kala itu sangat licin karena beberapa jam sebelumnya diguyur juhan lebat, sehingga harus sangat hati-hati, selain jalannya cukup kecil dan gelap, jalan ini bersebelahan langsung dengan jurang. Seletah melewati jalan cor-coran semen, trek selanjutnya melewati jalan tanah, atau lebih tepatnya trek lumpur, trek nya tidaklah panjang, dalam keadaan normal bisa ditempuh dengan 5 menit perjalanan, hanya saja malam ini kami berempat menghabiskan hampir 30 menit di trek ini, setiap tanjakan kecil kami harus bahu-membahu mengangkat kendaraan, bahkan beberapa trek kami harus gotong royong karena kendaraan tidak bisa melaju, setiap meter adalah cobaan berat, dimana kendaraan kami tergelincir, jadi disarankan untuk selalu berhati-hati dan saling membantu di trek ini, sedikit tips yang semoga berguna untuk teman-teman yang akan berkunjung ke Watu Bantal maupun Puncak wayang, jika melewati trek ini pastikan untuk melewati/ melintasi bebatuan, karena jika melewati tanah/ lumpur bisa dipastikan kendaraan akan oleng dan ‘kepater’. Mungkin jika musim kemarau tiba, trek ini lebih mudah dilalui.

img_1087
sunrise puncak Watu Bantal

Setelah melewati trek ini sampailah di Watu Bantal, puncak palinng timur dari Gunung Api Purba. Sebenarnya wisata sebelah timur ini sudah memiliki TPR, tetapi tidak ada yang menjaga, bahkan petunjuk arah untuk menuju tiap-tiap puncak terpasang dengan rapi, saya sendiri masih binggung, apakah proyek pengembangan ini berhenti ditengah jalan, atau memang masih dalam tahap pengembangan. Setelah memarkir kendaraan, kami beristirahat di Gazebo yang berdiri kokoh, dan disini kami baru sadar kalau kaki kami semua kotor karena lumpur, paling tidak kami punya kegiatan membersihkan kaki sembari menunggu pagi dan sang surya menampakan diri perlahan tepat didepan kami. Watu Bantal memiliki karateristik yang tidak terlalu berbeda dengan puncak Gunung Api Purba Ngelanggeran sisi barat yang lebih kita kenal, dimana puncak ini didominasi oleh bebatuan, dan juga memiliki 1 buah gazebo, hanya saja disini masih lumayan sepi dan sangat hening.

dsc_0065
Sunrise puncak Watu Bantal

Pagi menjelang, saatnya bangun dan membuat kopi sembari menyambut sang surya ditengah suasana berkabut, agak pesimis dengan keadaan ini, namun ternyata sunrise kala itu tidaklah buruk, mentari keluar perlahan dengan warna kuning, sebuah panorama yang mengisi semangat kami dipagi itu. Tak mau kalah, lautan awan pun memamerkan keindahannya tepat dibawah & depan kami yang perlahan-lahan menghilang berganti pemandangan persawahan nan hijau yang menyejukan mata. Pagi itu semua pemandangan yang tidak bisa kami nikmati malam sebelumnya terlihat jelas, tepat dibelakang kami bukit bebatuan khas Gunung Api Purba berjajar dengan balutan pepohonan dan rerumputan hijau, walau pagi itu belum mandi dan pakaian bau karena keringat insiden semalam, namun tidak mengurangi kesegaran suasana pagi di puncak Watu Bantal.

img_1117
Tekstur Gunung Api Purba
img_1116
gunung Merapi diantara Gunung Api Purba

Setelah puas mengabadikan panorama Watu bantal, kami lanjut menuju salah satu puncak lainnya disekitar watu bantal, yaitu puncak Wayang. Puncak Wayang berupa puncak bebatuan menghadap utara, dengan panorama gunung Merapi tepat didepan, dan tebing bebatuan besar disebelah kanan dan kirinya. Di puncak Wayang, kita bisa melihat gunung Merapi dengan sangat jelas tanpa terhalang sesuatu yang tinggi, disini kami juga mengabadikan beberapa foto. Setelah puas dengan keindahan yang ditawarkan dari gunung api purba, saatnya saya dan teman-teman pulang, melewati rute yang sama dengan kesulitan dan rintangan yang sama, hanya saja kali ini berupa turunan sehingga rem kendaraan harus dalam keadaan prima, karena tanjakan ketika berangkat tanpa jeda, maka turunannya pun sangat curam, pastikan kendaraan dalam kondisi sehat. Selamat menikmati keindahan sisi lain Gunung Api Purba Nglanggeran, pastikan untuk membawa pulang sampah kalian, karena ditempat ini belum ada tempat sampah, tetap menjaga kebersihan untuk masa dengan tempat wisata.

img_1162
Gunung Merapi dari Puncak Wayang

Leave a Reply