Yuk kondangan ke Lampung!

Trip kali ini bener bener berkesan, ke lampung. Oke literally i’ve never been went to Sumatra island before, so i’m really excited for sure. Niat utamanya ke lampung ini sebenernya menghadiri pernikahan, tapi jadi lebih banyak jalan jalannya sih hahaha.

Berangkat dari Jakarta sekitar jam 3 pagi naik mobil rame rame bertujuh. Kami masuk tol jakarta-merak dari gerbang tol slipi dengan lancar tanpa macet sedikitpun. Sampai di pelabuhan merak sekitar subuh, jam 5 kurang. Itu cepet banget, yakin kalo hari kerja pasti butuh waktu lebih dari dua jam.

Di pelabuhan merak, kebetulan banget kami nggak pakai acara tunggu menunggu kapal ferry, karena kapalnya udah berlabuh. Petugas di pelabuhan merak juga cukup cekatan, jadi antara penumpang yang keluar dan masuk nggak tumpang tindih dan proses loading dan docking kapal bisa berlangsung lancar. Sebelum masuk ke dalam kapal, tiket penyebrangan kami dicek oleh petugas lalu setelah itu diperbolehkan masuk dan mengambil parkir sesuai arahan petugas. Biaya penyebrangan sebesar 13.000/orang dan untuk kendaraan mobil 285.000.

Pemandangan Selat Sunda
Pemandangan Selat Sunda

Keluar dari mobil, kami memilih spot di ruang ekonomi, supaya bisa melihat pemandangan dan merasakan angin laut. Perjalanan menyebrang ditempuh kurang lebih 3,5 jam. Jam 9 lebih kita sudah turun dari kapal, lalu kami melanjutkan perjalanan menuju lampung kota. Di tengah perjalanan, kebetulan pada saat itu ada pemeriksaan polisi untuk mobil plat luar kota. Semua kelengkapan diperiksa, mulai dari SIM pengemudi, stnk, P3K kit, dan segitiga warning. Setelah pak polisi memastikan semua lengkap dan aman, kami bisa melanjutkan perjalanan.

Perjalanan ke arah kota lampung sendiri dari pelabuhan bakauheni memakan waktu 2 jam kurang lebih, dan di sepanjang perjalanan menuju kota perut kami semua keroncongan, hanya ada roti kismis yang sukses mengganjal perut. Sampai di kota lampung tepat dengan jam makan siang, kami memilih secara acak untuk tempat makan siang dan yang terpilih adalah rumah makan Alas Cobek di Jalan Wolter Monginsidi no.66. Untuk menu Alas Cobek bisa dilihat di zomato, disana sudah cukup lengkap 😁😁

 

Pop Hotel Lampung
Pop Hotel Lampung

Dan secara kebetulan pilihan tempat makan kami ini ternyata dekat sekali dengan hotel tempat kami akan menginap, Pop Hotel. Kami bertujuh sudah pasti senang sekali karena nggak harus lagi melalui jalanan kota lampung yang sedang macet dan pada dialihkan, karena sedang ada pawai drum band siswa siswi sd-smp. Setelah makan langsung check in di hotel. Mandi istirahat sholat, what a relief setelah perjalanan yang cukup panjang dari Jakarta.

Pemandangan di Muncak Tirtayasa
Pemandangan di Muncak Tirtayasa

Sekitar jam 2 kami pergi ke tempat wisata yang kata banyak orang instagram-able, Muncak Tirtayasa. Perjalanan dari kota lampung ke Muncak Tirtayasa membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Begitu mendekati daerah Muncak Tirtayasa kami disuguhi dengan pemandangan hijau cantik yang tidak bisa ditemukan di kota Jakarta. Sesampainya di kawasan Muncak Tirtayasa, kami langsung menuju ke TKP dan foto-foto. Siapkan duit cash nominal kecil jika kesini, karena di setiap spot foto akan dikenakan biaya sebesar 10000.

Muncak Tirtayasa
Teropong Laut Muncak Tirtayasa

Turun dari Muncak Tirtayasa, kami menuju tempat wisat selanjutnya, yaitu Pantai Sari Ringgung. Di pantai ini terdapat Masjid yang mengapung di tengah laut serta ada pasir timbul, tetapi kami tidak ke spot tersebut, kami hanya berjalan jalan di pinggir pantai. Untuk tiket masuk Pantai Sari Ringgung sendiri harganya cukup murah yaitu 10.000/orang dan untuk mobil dikenakan 10.000.

Pantai Sari Ringgung
Pantai Sari Ringgung

Tepat sebelum maghrib, kami keluar dari Sari Ringgung dan mencari Bakso Sony dan durian yang terkenal di lampung. Bakso Sony sendiri rasanya enak, baksonya lembut dan dagingnya terasa nikmat. Di tempat ini juga menyediakan bakso frozen yang bisa dikemas untuk oleh-oleh. Untuk durian sendiri, kami mendapatkannya di jalan Way Halim, di jalur 2 Way Halim lebih tepatnya. Duriannya sangat lembut dan enak, dan manis, pokoknya bagi para penggemar durian rasa durian disini sungguh tidak mengecewakan. Setelah puas makan makan kami kembali ke hotel.

Hari kedua, waktunya berpisah dengan kota Lampung, tapi sebelumnya kami pergi ke kondangan teman kami dahulu. Makanan kondangan yang disuguhkan beda dengan di pulau Jawa tentunya, ada Pempek, Dendeng sapi kering, kerupuk ikan, dan makanan makanan khas Sumatra lainnya. Setelah usai dari kondangan kami check-out dari hotel lalu sebelum menuju pelabuhan, kami menyempatkan makan siang terlebih dulu di Rumah Makan Ria, Jl. K. H. Ahmad Dahlan No. 09, Bandar Lampung. Di rumah makan ini terdapat makanan khas, entah khas Lampung atau Palembang sebenarnya hahaha, yaitu ikan di pindang dan sambal tempoyak yang terbuat dari durian di fermentasi. Overall, makanan di rumah makan ini enak, sayur asamnya juga enak. Setelah kenyang, waktunya kami mencari oleh oleh, oleh-oleh khas lampung bisa ditemukan di  daerah Jalan Ikan Kakap, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. Keripik pisang rasa rasa, pempek, dan berbagai macam makanan lainnya. Kenyang sudah, oleh oleh sudah, waktunya kami kembali ke Jakarta. Bye bye Lampung, sampai bertemu suatu hari lagi.

 

Leave a Reply